Langsung ke konten utama

Postingan

Usaha Sampingan

Cyber Shopping masih newbie . Hahaha...saya mencoba mencari peluang di tengah himpitan kebutuhan ekonomi. Meski masih awam dan coba-coba, akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba bisnis online ini, meski masih setingkat reseller/dropshipper. Lah, yang penting mah halal. betul? Di sela-sela waktu luang sebagai petani jamur, saya belajar bisnis dunia maya ini yang sebetulnya modal paling besar dan sulit di dapat adalah kepercayaan konsumen. Tapi, seperti Bang Beni bilang, "sabar...". Semua usaha memang harus didasari dengan kesabaran dan ketekunan. Dua hal yang sebetulnya paling sulit saya terapkan. Tapi di dunia baru saya sekarang, baik itu sebagai petani jamur dan pedagang online, saya harus belajar dan terbiasa menerapkan dua hal itu. Tuhan, berkati saya ya!! Follow dan visit Cyber Shopping sekarang ya... :D

Work and Hope

Banting setir dari sastra ke pertanian adalah pilihan. Mulai dari nol pengetahuan dan nol pengalaman, saya ngeureuyeuh (istilah sunda untuk memulai dari nol) untuk menjadi manusia yang lebih produktifdan lebih bahagia tentu saja. Meninggalkan dunia perkantoran yang sebetulnya bisa memberi kepastian pendapatan per bulan dan sangat memungkinkan untuk menabung, sekarang menempuh dunia usaha sendiri di bidang budidaya jamur tiram yang masih buram. Budidaya ini saya kelola sendiri, di bantu buruh tani harian yang berkeliaran di sekitar lokasi saya berbudidaya. Saya menimba ilmu dari pengalaman mereka dan petani-petani yang dengan senang hati menjadi tutor saya. Bukan hanya tentang teknik bagaimana budidaya jamur tiram itu, tapi juga tentang bagaimana saya harus berhadapan dengan bandar yang setiap harinya mengumpulkan hasil panen kami (para petani).

Kabar, Lama tak Menulis

Saya kehilangan kemampuan menulis. Seperti ada yang menyumbat aliran darah segar ke otak, hingga pikiran saya tak berbuah. Rasanya seperti terserang hama, membuat saya cukup lama vakum dari dunia tulis menulis. Mencoba memutar kotak memori beberapa bulan ke belakang, hari-hari saya dipenuhi kegiatan lembur dari kantor. Lembur terasa melelahkan, jika hasilnya tak terasa nyata. Pernah saya berlaku "nakal" bersama teman-teman sekantor, ketika waktu lembur kami pergunakan untuk berfoto ria (yang tentunya dilakukan secara bergerilya).

Laporan Lebaran yang Lalu

Walungan zaman dulu... Foto ini diambil sekitar 18 tahun yang lalu, waktu saya masih berusia 5 tahun. Ini di desa ayah saya, Cikaso, Banjarsari. Dulu sih, waktu kakek dan nenek saya masih ada, hampir setiap kali lebaran saya dan keluarga pasti ke sana. Namun, setelah mereka pindah rumah ke tanah 2x1 meter, otomatis kami jarang berkunjung. Berhubung keluarga ada di Bandung semua dan ayah saya adalah yang di-tua-kan dalam keluarga.

I Feel ------ L O S T

via icanread.tumblr .com

Malam ini, malam kopi luwak

Lelah lalu merebah. Bersama ayah, pulang kerja lembur saya menikmati secangkir kopi agar lebih relax . Kebetulan saya kecipratan rezeki. Abang ipar saya rela berbagi setengah kopi luwak yang dikirim temannya dari Medan. Paling nikmat menikmati kopi bersama ayah sembari ngobrol ngaler ngidul , bercengkrama.

Kembali ke Kesibukan

Belum sempat saya memostingkan kegiatan liburan lebaran tentang kampung halaman ayah yang sudah lima tahun lebih tidak kami (keluarga saya-read) sambangi, hibernasi saya ternyata dibangunkan oleh sibuknya kembali divisi publishing di tempat saya bekerja. ada project-project buku yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu satu bulan ke depan.