Label

17.1.09

UTOPIA

Ada sebuah kerinduan atas tanah tinggal yang subur dan makmur, tanah yang ditumbuhi buah - buahan, sayuran, padi, dan gandum. Hutan hijau gelap penjaga keseimbangan daratan dan air, sebuah simbol gelap dan terang kehidupan. Sungai berair bening mengalir dari hulu ke hilir, di dalamnya ikan - ikan berenang riang. Laut biru luas lepas, garis horizon nya menunjukkan betapa tipisnya batas bumi dan langit. Karang - karang kokoh berdiri di tengahnya menghalau deburan ombak yang perkasa. Deburan itu melengkapi merdunya nyanyian paus di tengah laut, indahnya tarian sekelompok lumba - lumba yang berkejaran. Sebuah negeri yang berkesinambungan dengan bingkai pegunungan di sekelilingnya. Tercipta sebuah harmony kehidupan di antara penghuninya. Adakah negeri itu di kemudian hari?
Tawa riang anak - anak mencerahkan hari, menjaga api harapan masa depan terus menyala. Ini negeri seperti negeri musim semi, di mana - mana bunga bermekaran, burung berkicau, semua bahagia, semua begitu berwarna. Matahari dan bulan silih berganti bergantung di langit luas. Ketentraman, damai, ketenangan di setiap hati penunggu bumi. Tiada di antara mereka yang berani mengkhianati Tuhan, tidak ada. Hanya bersyukur atas apa - apa yang mereka miliki. Sebuah negeri beharmony. Adakah tercipta negeri itu kemudian hari?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar