Baca: Trip to Malang-Semeru (Part 1)
Saya sampai di Ranupani (2.200m dpl) sekitar jam 4 sore, karena baru berangkat dari Tumpang sekitar jam 1 atau 2 siang. Setelah mengurus perizinan dan tetek bengek formalitas di Tumpang dan Ranupani, kami siap mendaki Semeru. Dari Tumpang ke Ranupani dibutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam naik Jeep. Selama perjalanan kita disuguhi panorama alam yang luar biasa indahnya. Tebing, perbukitan, lembah, padang savana yang luas, pedesaan tempat tinggal suku Tengger, serta Mahameru di kejauhan.
Udara dingin seperti mencambuk - cambuk wajah saya, semangat pun meninggi untuk segera sampai di tujuan. Perjalanan kendaraan bermotor berakhir di Ranupani. Ranupani adalah sebuah desa tempat tinggal suku Tengger yang sudah ada sejak dulu sebelum ditetapkan menjadi Taman Nasional. Di desa ini terdapat dua danau yaitu, Ranupani dan Ranu Regulo. Saya tidak sempat melihat Ranu Regulo, karena langsung menuju perjalanan ke Semeru. Dari Ranupani kita harus berjalan kaki melewati jalan beraspal sejauh 500 meter sampai ke jalan setapak jalur pendakian. Menuju base camp peristirahatan, Ranu Kumbolo, dari Ranu Pane kami berjalan sejauh 10 km menyusuri jalan setapak hutan Landengan Dowo (2.270m dpl) menembus rimbunan pohon akasia, dan lebatnya semak belukar, melewati Watu Rejeng (2.300m dpl) yang berpanorama dinding batu dengan ketinggian 100 meter. Medannya bervariasi, ada yang landai, mendaki, dan turunan. Kami harus berhati - hati karena ada tanah longsoran, kalau terpeleset bisa - bisa jatuh ke jurang dan terdampar di hutan antah berantah. Selama perjalanan kami kerap bertemu dengan para pendaki lain, saling menyapa dan beramah tamah agar tetap semangat sampai tujuan. Dengan berat beban yang di bawa ternyata saya cukup kewalahan, perjalanan yang melelahkan, Ranu Kumbolo terasa jauuuuuuh sekali sampai - sampai saya dan teman - teman kemalaman di tengah hutan. Yah beginilah...berjalan jauh menahan berat beban, jadi banyak istirahat gara - gara kurangnya persiapan fisik. Mau bagaimana pun tetap harus sampai di Ranu Kumbolo. Menuju Ranu Kumbolo kita akan menemui 4 pos peristirahatan. 6 Jam lamanya kami berjalan menuju Ranu Kumbolo, jam 11 malam kami tiba dan langsung mendirikan tenda dengan sisa tenaga yang ada, masak mie seadanya, lalu tidur.
P.S: belum jauh melangkahkan kaki dari Ranupani, kami sudah nyasar dan malah masuk ke daerah ladang penduduk. Untung bertemu penduduk sekitar yang memberi tahu kalau jalan kami salah. hahahaha.
Sesampainya di atas Tanjakan Cinta, kami beristirahat sejenak sembari menikmati indahnya Ranu Kumbolo di bawah sana dan Oro - Oro Ombo (sebuah padang rumput savana yang luas) di belakang kami. Saya semangat, akhirnya jalur landai! Oro - oro Ombo terletak di ketinggian 2.460m dpl, jalurnya landai berpasir dengan padang rumput dan bunga - bunga bermekaran. Setelah Oro - oro Ombo kami memasuki hutan bernama Cemoro Kandang (2.500m dpl), ini hutan ditumbuhi cemara hutan dan katanya kalau beruntung kita bisa melihat kijang di sini, tapi saya bukan orang yang beruntung itu. Sesekali saya mendengar suara babi dan ayam hutan juga di sini. Whew! Medan jalur mulai bervarisi lagi, dari mulai yang landai juga menanjak. Saya ngos - ngosan, kehilangan konsentrasi dan akhirnya kepala saya kepentok pohon yang melintang. Pedahal dari jauh saya sudah melihat ada pohon yang melintang. Hahaha, dudul. Di sini kami bertemu sama bule Perancis gila, namanya Mattias. Dia baru turun dari Bromo, naik ojeg ke Ranupani dan jalan kaki sampai Cemoro Kandang ini tanpa istirahat. Dia bilang dia mau muncak, perbekalannya cuma air dan wafer Tanggo. 12 km tanpa istirahat, verrueckt, ne?!

Sebelum turun untuk pulang, kami berkemah satu malam di Ranu Kumbolo (lagi. horay!). Perjalanan pulang dengan jalan yang menurun terasa lebih cepat daripada saat pergi naik. Hahahaha. Dari Ranupane saya beserta rombongan pendaki lain naik truk menuju Tumpang, ternyata sebagian dari rombongan ada yang bertujuan ke Bromo, alhasil dengan ongkos pulang naik truk Rp. 30.000,- saya bisa mampir ke Bromo juga. Meski cuma singgah tapi cukup memuaskan lah. Sampai di Tumpang, kami nyewa angkot lagi dan kembali singgah di rumah Novi. Besok sorenya kami baru pulang menuju Bandung naik kereta Malabar Malang - Bandung (Rp. 80.000,- hmmm...ko beda sepuluh ribu ya, sama kereta Malabar yang berangkat dari Bandung??)
Meski jauh, saya ketagihan untuk kembali lagi ke Semeru. Semeru satu dari dua gunung yang ingin sekali saya daki. Di Indonesia ini saya hanya ingin mendaki Semeru dan Rinjani. Itu saja, cukup.
------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
LANDENGAN DOWO
----------------------------------------------------------------------------------
RANU KUMBOLO
-------------------------------------------------------------------------
ORO - ORO OMBO
------------------------------------------------------------------------------
CEMORO KANDANG
ORO - ORO OMBO
------------------------------------------------------------------------------
CEMORO KANDANG
Atas: Buah Arbei hutan. Rasanya manis dan enak. Kanan: Buah Ceplukan. Buahnya sembunyi di dalam daun, kalau sudah matang warnanya kuning. Rasanya manis agak asam seperti tomat.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JAMBANGAN
KALIMATI
weh sangar mas brooo aq pengen... :D salam kenal minta supportnya ya juga di sini thanks :D
BalasHapusthanks...tapi saya bukan mas mas....saya mba mba loh... :D
BalasHapuswahhh seruu...
BalasHapushmmm...jadi pengen ke semeru :)
foto2nya keren :)pake kamera apa kak?
Retno>> kalau ada kesempatan, cobain lah ke sana, no. mumpung masih ada. :) wah, aku sih pake kamera digital biasa kok motretnya...cuma membidiknya pake hati. hahaha
BalasHapuswow....
BalasHapusbertemu petualang juga akhirnya saya...
hehehehe....
salam kenal ya....
Aku udah 2 kali ke semeru, tapi belum satu pun yg muncak, agustus besok saya rencana mau kesana lagi, dan kali ini target saya adalah puncak...
Tukeran link ya, link mu sudah ada di blog saya...
salam Lestari....
Seru juga ceritanya. Foto2nya juga oke. Ternyata kamu cuma perempuan satu2nya....
BalasHapusBravo buat para pendaki Gunung..
BalasHapusjadi kangen nich ma keindahan Semeru dan Bromo
Sukses selalu
All: terimakasih semua....
BalasHapusichaaa...seru bangeeettt....jadi ingin ke sana...
BalasHapusmau bu?? hayu atuh. tahun depan beres wisuda aku mau nyoba ke sana lagi. masih penasaran, belum muncak soalnya. heuheu...
BalasHapus