Langsung ke konten utama

BOOM

Sekarang adalah bagian dimana saya begitu lancar menyalahkan Tuhan atas semua kebodohan yang terjadi, dibanding saya bersyukur kepadaNya. I used to be a nice, cool, simple person. Namun nyatanya kini kian hari bentuk saya semakin tak jelas. Saya mudah tersinggung, saya tidak nyaman dalam keramaian, saya mudah sekali meledak. But, people do change. 


God...please give some rest. Banyak hal berputar dalam pikiran saya. Semua yang diawali kata seharusnya bisa begini, seharusnya bisa begitu....but things don't always turn out the way we want it to be and i can't accept it. Dan yang tersisa adalah rasa ketidakpuasan dan kelelahan yang luar biasa. Seperti bom waktu, dia bisa meledak sewaktu-waktu. 

1. The Dandy Warhols - Sleep
2. Everlast - Lonely Road
3. Phantom Planet - Lonely Day
4. John Mayer - Perfectly Lonely
5. Keane - Somewhere Only We Know
6. Grandaddy - The Crystal Lake
7. Grant Lee Buffalo - Mockingbirds
8. Mazzy Star - Fade into You
9. Kid Rock - Cold and Empty
10. Staind - So Far Away

Komentar

  1. Sepertinya kita ada di situasi dan kondisi yang sama ca.
    -_-"
    anw, thanks buat list lagunya.
    ntar aku dengerin..

    BalasHapus
  2. Hans>> =) berharap masa-masa seperti ini cepat berlalu...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip to Malang - Semeru (Part 2)

Baca : Trip to Malang-Semeru (Part 1) Saya sampai di Ranupani (2.200m dpl) sekitar jam 4 sore, karena baru berangkat dari Tumpang sekitar jam 1 atau 2 siang. Setelah mengurus perizinan dan tetek bengek formalitas di Tumpang dan Ranupani, kami siap mendaki Semeru. Dari Tumpang ke Ranupani dibutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam naik Jeep. Selama perjalanan kita disuguhi panorama alam yang luar biasa indahnya. Tebing, perbukitan, lembah, padang savana yang luas, pedesaan tempat tinggal suku Tengger, serta Mahameru di kejauhan.

Yang Tua-Tua Keladi

Setelah melewati kemacetan Kebon Kalapa yang aduhai..hai..hai.. aduh padatnya, saya turun di pertigaan jalan Suniaraja-Otista-Kebon Jati. Dari situ saya mantap berjalan kaki ke jalan Kebon Jati, melawan arus kendaraan. Jalanan ini cukup padat juga, selain satu arah, banyak pedagang kaki lima di trotoar, juga angkot-angkot yang ngetem karena ada sekolahan di sini. Ruwet banget deh... matahari siang bolong terik, pedahal sewaktu saya berangkat dari rumah itu mendung loh...wah! Teruuuuuus saya berjalan naik turun trotoar, menembus kerumunan anak sekolahan, sampai di bangunan tua sebuah pabrik kopi. Ya, Javaco .

Ada yang Kesal

Hujan deras dan angin kencang mulai beraksi di luar. Saya duduk memandangi ponsel, berpikir sms apa yang akan saya kirim. Huh, bahkan saya tidak punya ide untuk menulis sms. Saya tidak menginginkan sms yang hanya berisikan pertanyaan, ‘sedang apa?’ Atau ‘sudah makan?’ Apalagi ‘di sini hujan. Di situ hujan juga?’. Sms yang hanya membutuhkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ dan hanya cerita yang tak berkelanjutan. Saya sadari betul saya butuh teman ngobrol, butuh teman untuk membunuh waktu, tapi sialnya saya tidak tahu topik apa yang enak untuk ngobrol.