Label

5.12.10

Rasa yang Membuncah

KEPADA SIAPA

Kepada siapa beban kurebahkan
tidur sejenak disela hati yang kelelahan
dalam suara bergetaran
akan sampaikah keluh kucurahkan


terhanyut dalam pekat kalbu kelam
di sana lah cinta itu padam


setan pun berpesta pora
merayakan dengki yang membara




HABIS KATA

Kata berjingkrak
di udara ia bergeliat
lalu hangus tak berkerak
terbakar diam, kata melarat




KEPADA PRIA YANG DIAM

Kepada pria yang diam
beralaskan bingung
serta merta kau padam
oleh kata-kata yang mendengung
membiru cahaya pandangmu
menjeratku ke dalam mimpi
nyatanya itu jebakan yang kau ramu
untuk menghantarku ke alam sepi




TENTANG-MU

Tengadah ke langit merah
senja berkerlap-kerlip
memudar perlahan di ufuk sana
Kau turunkan sepi dalam gelap malam
rindu datang kepagian
Kau cipta ruang kosong
penyebab rasa kehilangan
Kau datangkan pagi 
membesut secercah harapan
Kau jadikan diriMu kebutuhan
agar aku takluk mencariMu
mengecap saripati ilmu yang Kau sebarkan
Menundukkanku tertegun dalam diam




Meinanda, 
Sudut Sepi, 4-12-10

4 komentar:

  1. Ku suka bahasamu sahabat,,,

    Walau tak bernada, Diam adalah harmoni hening yg membuncah penuh makna, Hmmmmm :)

    BalasHapus
  2. rangkaiann kata-kata yang sederhana dan dari kesederhanaan itu kata-kata tersebut mempunyai jiwa,hidup,pergolakan bathin begitu kuat terasa,nice.

    BalasHapus