Label

22.3.11

Mimpi Sebuah Dunia

Saya mimpi tentang sebuah dunia,
di mana ulama - buruh dan pemuda,
bangkit dan berkata - STOP semua kemunafikan,
Stop semua pembunuhan atas nama apapun.

Dan para politisi di PBB,
sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras,
buat anak-anak yang lapar di tiga benua,
dan lupa akan diplomasi.

Tak ada lagi ras benci pada siapa pun,
Agama apa pun, rasa apa pun, dan bangsa apa pun.

Dan melupakan perang dan kebencian,
dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia
yang lebih baik.

Tuhan - Saya mimpi tentang dunia tadi,
yang tak pernah akan datang.


Salem, 29 Oktober 1968
- Soe Hok-gie - 

3 komentar:

  1. Ini dari Gie ya?..hmm...sosok yang jadi acuan petualang sejati selama ini....salutate lah...

    BalasHapus
  2. keren! tapi aku lebih suka yang ini nih ca:

    "Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.

    Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.

    Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.

    Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

    Atau tentang bunga-bunga yang

    manis di lembah Mendalawangi.



    Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.

    Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.

    Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.

    Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.

    Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.



    Mari sini, sayangku.

    Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.

    Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.

    Kita tak pernah menanamkan apa-apa,

    kita takkan pernah kehilangan apa-apa."

    btw ca, aku suka layout barunya. yeyey! :)

    BalasHapus
  3. Adit>> Iya, mas. Soe Hok-Gie. jatuh cinta deh sama dia! hahahaha

    Hans>> aku juga suka banget puisinya yang itu! ini cuma cocok aja buat tema dunia sekarang yang terus memanas. suka semua tulisan Gie, termasuk yang menggugat pemerintahan juga. inspiratif. heu

    BalasHapus