Label

18.4.10

Cupang in Memoriam

My beloved Comro jatuh cinta pada ikan - ikan cupang. Tiap - tiap dia jalan - jalan sama saya di Bandung, sentra ikan hias di jalan Peta dekat Tegalega, tidak pernah lupa untuk disinggahi. 



Liat - liat ikan cupang, kalau ada yang oke sreg di hati ya, beli. Setiap kali online, yang dia browsing adalah forum - forum pecinta ikan cupang, seperti yang ada di kaskus. Tetapi semakin kesini, banyak prioritas yang minta didahulukan, akibatnya si cupang terlupakan. Pagi ini saya menemukan foto - foto beberapa ikan cupang peliharaan Comro di drive:D kompi saya, saya jadi teringat akan kisah malangnya. Februari lalu, Comro pindahan kamar kosan, waktu dia mindah - mindahin barang berat, cupang - cupang kesayangannya yang dia taruh di akuarium waktu itu, di jemur. Menurut info yang dia dapat, sesekali cupang perlu di jemur biar ikannya seger, ngga stress karena di kamar melulu, dan biar warnanya bagus. Sebetulnya saya ngga begitu ngerti juga perawatan yang satu ini. Well, alhasil dia jemurlah cupang - cupang tercintanya itu. Alangkah malangnya Comro saya, dia pikun. Dia lupa cupangnya lagi dijemur, hingga terik matahari pun merenggut nyawa cupang - cupangnya. Selama tiga minggu, nyaris sebulan, Comro saya berkabung. Sedih, lusuh. hiks hiks.

Ini cuma sebagian aja cupangnya, sebenernya lebih banyak dari ini, sekarang tinggal sisa dua pasca kematian masal.
yang merah cupang kesayangan saya. Namanya Popo, siripnya bagus dan saya yang beliin. Popo ikut jadi korban. hiks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar